thumbnail

PENGEN NIKAH? JANGAN MINDER! JODOH SUDAH ALLOH SIAPKAN

Written By Unknown on Saturday, November 23, 2013 | 9:37 PM


PENGEN NIKAH? JANGAN MINDER! JODOH SUDAH ALLOH SIAPKAN- Judulnya mungkin agak aneh ya?? hee,, ada beberapa temen yang curhat pengen nikah tapi masih belum yakin, bahkan ada yang seolah-olah minder. "belum ada yang mau", dia bilang gitu. Ada juga yang sudah beberapa kali proses, tapi belum Alloh temukan dengan 'tulang rusuknya' yang hilang itu(jodoh maksudnya..hee). Mudah-mudahan semua temen saya itu diberikan kemudahan oleh Alloh dalam hal jodoh, rizqi juga yang lainnya.. Aamiin
Sebenarnya sudah saya tulis beberapa tips agar Alloh mudahkan untuk menikah di artikel lalu, tapi mudah-mudahan ini bisa memperkuat keyakinan kita bahwa JODOH (sengaja ditulis kapital biar joos dan meyakinkan..hee) itu sudah benar-benar Alloh siapkan untuk kita bahkan dari sebelum kita dilahirkan.

Beberapa hal yang harus kita yakini tentang jodoh dan pernikahan :

1- Alloh telah menetapkan jodoh seseorang sebagai taqdir yang telah dituliskan
Ini ma'ruf diantara kita, dan memang sangat bersesuaian dengan dalil. Sebagaimana Syekh 'Utsaimin pernah ditanya tentang jodoh, beliau menjawab dengan menukil sebuah hadits yang artinya "sejak permulaan menciptakan Qalam Allah telah berfirman kepadanya : "Tulislah", Dia (Qalam) bertanya : "Wahai Rabb-ku, apa yang harus aku tulis?" Allah berfirman : "Tulislah segala sesuatu yang terjadi". Kemudian dia (Qalam) menulis segala sesuatu yang terjadi sampai hari kiamat." Hadits ini sangat bisa dijadikan dalil bahwa JODOH seseorang telah Alloh tentukan dari sejak pertama kali diciptakannya "Qolam", bagi Allah tidak rahasia lagi segala sesuatu, baik yang ada di bumi maupun di langit. Maha Besar Alloh.

2- Alloh Ta'ala menciptakan manusia itu berpasang-pasangan
Coba buka Qur'an Surat An-Naba' : 8, وخلقناكم أزواجا "dan kami (Alloh) telah ciptakan kalian berpasang-pasangan". Ini harus kita fahami sesuai maknanya! Makhluq ciptaan Alloh semuanya diciptakan dengan pasangannya, begitu pula siang-malam, tinggi-pendek, dan segala hal lainnya. Tentunya termasuk manusia, diciptakan sebagai pria-wanita, untuk berpasangan dengan jalan Syari'at pernikahan yang bisa menghalalkan yang tadinya haram. Itulah JODOH.

3- Jodoh (pasangan) kita diciptakan dari tulang rusuk kita
Sekarang silakan perhatikan Qur'an Surat Ar-Rum : 21, "dan dari tanda-tanda kebesaran-Nya(Alloh), Dia telah menciptakan bagi kalian pasangan dari jenis kalian(manusia), supaya kalian merasa tentram karenanya, dan menjadikan diantara kalian  rasa Cinta dan Kasih sayang..."
Jadi jangan kepikiran untuk cari pasangan dari H*w*n ya...hee
Maksudnya, pasangan kita itu diciptakan dari tulang rusuk kita. Sebagaimana terjadi langsung pada Nabiyulloh Adam, manusia pertama yang Alloh ciptakan. Kemudian Alloh menciptakan Siti Waha dari tulang rusuk Nabi Adam yang sebelah kiri yang paling pendek -sebagaimana disebutkan dalam tafsir Ibnu Katsir-. Kalaulah keturunan Nabi Adam diciptakan hanya laki-laki, tidak diambil dari tulang rusuknya untuk diciptakan pasangannya, dan diciptakan dari makhluq jenis lain -kebayang ya kalau pasangan kita Jin,,,hiiii atuut-. Maka tidak akan ada ketentraman, rasa Cinta dan Kasih sayang sebagaimana cinta dan kasih sayang seorang lelaki terhadap perempuan.

4- Calon Pasangan kita akan sesuai dengan "bagaimana sih kita?"
Maksudnya, ketika kita pengen pasangan kita baik, maka yang harus jadi orang baik terlebih dahulu adalah kita. Jika kita juga pengen dipertemukan dengan jodoh yang Sholehah, maka jadikanlah diri kita orang yang pertama kali berubah untuk menjadi lebih baik. Betul gak?? Bener banget, coba buka Firman Alloh Surat An-Nur : 26 yang artinya :"Wanita yang buruk untuk lelaki yang buruk, dan lelaki yang buruk untuk wanita yang buruk pula. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik, dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik pula..."
Tapi SANGAT HARUS DIINGAT!! Jangan pernah jadikan 'dia' sebagai objek perubahan/perbaikan diri kita. Dalam hati berkata, "Saya harus jadi lebih baik. Kalau enggak gak bisa dapet 'dia'!". Ini sangat salah sekali. Ikhlaskan hati! Niatkan perubahan memang untuk perrbaikan diri karena Alloh Ta'ala, setelah itu pasti Alloh kan memenuhi janji-Nya. InsyaAlloh

Naah, apa sekarang masih kurang yakin??!!
Wajib kita yakin! Tinggal menunggu waktunya saja. Itupun tergantung dari sebagaimana kesiapan dan persiapan kita untuk menikah, serta kesungguhan tekad dan niat kita untuk segera menyempurnakan separuh dari Agama kita tersebut.
Artinya setelah kita yakin, tinggal persiapkan diri dan baca Artikel ini "persiapkan dirimu untuk menikah"..hee, eitts! itu bukan tahapan berikutnya, cuma disana ada beberapa tips untuk mempersiapkan diri menuju pernikahan suci,insyaAllah..^_^
Semoga bermanfaat
thumbnail

TIPS MEMPERSIAPKAN DIRI UNTUK MENIKAH

Written By Unknown on Wednesday, November 6, 2013 | 7:50 PM

TIPS MEMPERSIAPKAN DIRI UNTUK MENIKAH- Kalo ada seorang pemuda yang ditanya "kapan mau nikah?", biasanya mereka menjawab "nanti kalau sudah siap", atau "pengennya sih mapan dulu". Padahal sebenarnya apa sih parameter kesiapan seseorang untuk menikah?? dan apa saja yang harus kita siapkan?? Apakah harus nunggu sampai punya mobil?? atau nunggu punya banyak ilmu dulu?? atau harus nunggu sampai umur 28 tahun?? (dikira biar udah mateng -padahal hampir busuk-hee)
Jawabannya tidak, karena itu semua tidak menjadi parameter kesiapan seorang untuk menikah. Banyak yang belum punya apa-apa tapi berani menikah dan dia merasa siap, lalu dengan izin Alloh dia sukses dalam pernikahan dan Alhamdulillah bahagia. Trus ada juga yang masih kuliah, untuk menjaga dirinya dari kemaksiatan yang ada dimana-mana, dia putuskan untuk mencari wanita sholehah dan menikahinya. Dengan niat yang bagus itu, Alloh mudahkan jalannya, dan akhirnya dia bahagia dalam pernikahan.
Oke, jadi apa saja yang harus kita siapkan untuk menikah?? Mari kita bahas.
Dalam buku "Baarakallaahu laka" Karya Salim A. Fillah disebutkan, secara umum ada 5 hal yang harus dipersiapkan untuk menghadapi pernikahan :
  • Persiapan Ruhiyah (spiritual)
Ini meliputi kesiapan mental, kesiapan untuk bertanggung jawab, berbagi, dan berlapang dada. Juga kesiapan untuk bisa sabar dan syukur dalam menghadapi semua masalah.
  • Persiapan 'Ilmiyah (Ilmu/Intelektual)
Ini juga sangat penting, ketika pernikahan berlangsung ada beberapa "Fiqh" yang harus dipelajari. Seperti rukun & syarat sah ijab qibul, dll. Juga Ilmu komunikasi dengan pasangan, ilmu ekonomi untuk mencari nafkah, dsb.
  • Persiapan Jasadiyah (Fisik)
Gak lucu kan kalo malam pertama ternyata pengantin pria banyak panunya, he he. Makanya persiapan fisik ini harus diperhatikan sebelum melangsungkan pernikahan. Apalagi dari penyakit-penyakit yang cukup berbahaya bagi kesehatan reproduksi.
  • Persiapan Maadiyah (Materi)
Setidaknya untuk mas kawin, hehe. Tapi perlu juga persiapkan tabungan untuk modal agar cepat mandiri.
  • Persiapan Ijtima'iyyah (Sosial)
Maksudnya, siap untuk bertetangga, siap bagaimana hidup rukun bermasyarakat, dll. Tak kalah pentingnya juga harus ada visi dan misi dakwah di lingkungan masyarakat.

Naaah, itu semua adalah persiapan. Tapi kadar persiapan diatas tidak terbatas hanya untuk mempersiapkan diri menghadapi pernikahan, selamanya harus diupayakan. Karena proses persiapan tersebut hakikatnya juga sebagai proses perbaikan diri yang harus dilakukan selamanya. Maksudnya, tidak berarti kalau kita merasa belum siap dalam salah satu poin diatas atau lebih menjadikan kita belum pantas untuk menikah. Karena pencapaiannya menjadi sangat relatif.
Dan parameter yang Rosul tetapkan sebenarnya sederhana sekali, Beliau bersabda yang artinya :"Wahai sekalian pemuda, barangsiapa diantara kalian telah mampu (baa-ah), maka menikahlah! Karena pernikahan itu dapat lebih menundukkan pandangan dan menjaga kehormatan 'farj'. Dan barangsiapa yang belum mampu, hendaklah ia berpuasa. Karena puasa adalah benteng yang kuat baginya." (H.R. Bukhori dan Muslim)
Yaa. Rosul berikan parameter yaitu "baa-ah", yang ditafsirkan oleh jumhur 'Ulama dengan makna kemampuan untuk berjima'/bersetubuh. Walaupun sebagian lain menafsirkannya dengan kemampuan memberi nafkah dan memberikan tempat tinggal, tapi yang disepakati adalah tafsiran yang pertama.
Jadi siapapun yang telah mampu untuk berjima', maka halal dan dianjurkan baginya untuk menikah. Tentunya dengan komitmen, juga persiapan-persiapan tadi, dan keyakinan bahwa Allah akan selalu menjadi penolongnya.

*satu jaminan dari Allah, "ada tiga golongan yang semuanya wajib bagi Alloh untuk menolongnya. Pertama, seorang yang berjihad di jalan Allah. Kedua, seorang yang menikah dengan niat menjaga diri dari kemaksiatan. Ketiga, seorang Hamba sahaya mukatab yang ingin melunasi dirinya agar bisa merdeka" Hadits Hasan riwayat Imam Tirmidzi, An-Nasa'i, dan Ibnu Majah

cepet nikah ya....^_^
thumbnail

TIPS AGAR DIMUDAHKAN ALLAH UNTUK MENIKAH

Written By Unknown on Monday, November 4, 2013 | 11:52 PM

TIPS AGAR DIMUDAHKAN ALLAH UNTUK MENIKAH- Sepertinya cukup menarik kalo kita bahas masalah pernikahan, apalagi untuk para jomblowan-jomblowati & galauwers (panggilan untuk yang lagi galau..hee)..^_^
Sengaja saya tulis judul yang "cukup menantang" seperti di atas, karena pada hakikatnya hanya Allah-lah yang tahu masalah jodoh seseorang. Tapi selaku Hamba Allah, hanya usaha yang bisa kita lakukan dan hanya kepadaNya-lah kita bertawakkal.
Oke sahabat semua, menikah adalah salah satu Sunnah Rosululloh Muhammad SAW dan Sunnah Rosul-rosul sebelumnya. Menikah tidak hanya sebagai anjuran dari Rosululloh SAW, tapi menikah juga menjadi salah satu barometer keikut-sertaan seseorang terhadap Sunnah Rosululloh SAW. Sabda Rosul : "Menikah adalah Sunnahku, barangsiapa yang tidak mengamalkan Sunnahku maka dia tidak termasuk Ummatku" Hadits Shohih Riwayat Ibnu Majah
Jadi Siapa hayooo yang gak mau nikah???...hehe, pasti semuanya mau ya...;)
Langsung untuk semua yang mau nikah, kita bahas tips agar Allah mempermudah jalan kita untuk menikah '-InsyaAllah- amien':
  • Niatkan nikah kita itu untuk mengikuti Sunnah Rosululloh SAW
Masih berdasar Hadits Riwayat Ibnu Majah di atas, ketika menikah itu adalah Sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rosululloh SAW, maka mengerjakannya adalah salah satu jalan agar datang Cinta dan Pertolongan Allah. Coba lihat deh Q.S Ali Imron : 31, yang artinya "Katakanlah, Jika kalian mencintai Alloh maka ikutilah aku (Rosululloh), pasti Alloh akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan Alloh-lah Yang Maha Pengampun dan Penyayang"
  • Niatkan juga untuk menjaga kesucian diri dari kemaksiatan
Ini jelas sekali janji Alloh untuk menolong seorang hamba yang menikah dengan diat untuk menjaga kesucian diri dari kemaksiatan, berdasar Hadits Rosululloh SAW yang artinya :" 3 golongan yang semuanya wajib bagi Alloh untuk menolongnya. Pertama, seorang yang berjihad di jalan Allah. Kedua, seorang yang menikah dengan niat menjaga diri dari kemaksiatan. Ketiga, seorang Hamba sahaya mukatab yang ingin melunasi dirinya agar bisa merdeka" Hadits Hasan riwayat Imam Tirmidzi, An-Nasa'i, dan Ibnu Majah
  • Kebaikan hanya datang dari kebaikan sebelumnya
Maksudnya apa? Ketika menikah adalah salah satu Ibadah, dan Ibadah itu tentunya adalah satu kebaikan. Maka untuk menuju hal yang baik tersebut harus dengan jalan yang baik pula, agar pernikahan kita yang baik itu datang setelah proses awal yang baik. Karena kebaikan itu hanya datang dari kebaikan sebelumnya. Faham gak??hee
Jadi ketika ingin pernikahan kita dipermudah dan diberkahi tentunya oleh Alloh Ta'ala, maka lakukanlah proses menuju pernikahan tersebut dengan Syar'i, tidak lewat jalur alternatif belakang yang dekat sekali dengan kemaksiatan.. Tau gak maksudnya apa??xixixi
  • Pasang target! Jujur dan Husnuzh-zhon pada Alloh
Ya, harus pasang target. Tapi yang ditargetkan bukan 'dia', bukan seorang wanita dambaan hati. Kalo itu yang ditagetkan, Capeeeek... Udahnya si-'dia' belum tentu mau, terus si-'dia' juga sama sekali belum tau. Kalo giliran si-'dia' udah nikah duluan, bisa-bisa gantungin diri di pohon cabe..hee
Targetkan tahun ini insyaAlloh NIKAH! atau semester 5 saya harus NIKAH! Dengan targetan baik seperti itu, kemudian kita jujur dan be-Husnuzh zhon pada Alloh, maka pasti Alloh akan dengan mudah menggenapkan target kita. InsyaAlloh..
Mari kita renungkan kisah seorang Shahabat gagah berani yang ikut berperang bersama Rosululloh SAW kala itu. Ketika pertempuran usai, Rosululloh memberikan kepadanya bagian dari harta rampasan perang. Tapi dia menolak dan berkata "Demi Alloh! bukan untuk ini saya berperang bersama engkau, tapi agar saya terkena anak panah disini dan meraih janji Surga-Nya!", dia menunjuk pada tenggorokannya. Setelah dia pergi, maka Rosululloh bersabda :"jika di ajujur pada Alloh, Alloh akan memenuhi kata-katanya!". Maka benar. Ketika perang usai, Shahabat ini ditemukan Syahid dengan anak panah menancap di lehernya. Subhanalloh, Shodaqolloh wa Shodaqo Rosuuluh.. Bukankah itu juga yang kita harapkan?? #nikah_iya_mati_syahid_juga

Mungkin itu beberapa tips agar -InsyaAllah- dipermudah untuk menikah, mudah-mudahan bermanfaat. Dan semoga cepat menikah untuk teman-teman saya yang sudah niat nikah..kebelet...;)
thumbnail

AMALAN SUNNAH SETELAH ANAK KITA LAHIR

Written By Unknown on Thursday, October 24, 2013 | 5:58 AM

بسم الله الرحمن الرحيم

AMALAN SUNNAH SETELAH ANAK KITA LAHIR- Masih berkaitan dengan kelahiran sang buah hati, kali ini mari kita perhatikan pekerjaan Sunnah apa saja yang harus kita laksanakan setelah anak kita lahir.
Bersumber dai beberapa kitab, dan buku karya Ustadz Salim A. Filah. Beberapa sunnah yang setelah buah
hati lahir :

  • Mengumandangkan Adzan dan Iqomat pada telinga bayi (dalam perselisihan 'Ulama) 
Dalam kitab "zaadul ma'aad" Karya Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah disebutkan hadits riwayat Abu Daud dari shohabat Abu Rofi' dia berkata : "Aku melihat Rosululloh SAW mengumandangkan adzan di telinga Hasan bin 'Ali ketika Ibunya Fatimah R.A melahirkannya". Hadits ini dinilai Hasan Shohih oleh Tirmidzi tetapi dinilai Dlo'if oleh Imam Adz-Dzahabi
Oleh karenanya silakan memilih pendapat mana yang lebih kuat dan selamat
  • "Tahnik" yakni menggosok langit-langit mulut bayi dengan kurma dan mendo'akan keberkahan
Ini dilakukan Rosululloh SAW kepada putra dari Shohabat Abu Musa Al-Asy'ari R.A, beliau berkata : "Aku dikaruniai seorang anak, lalu aku membawanya kepada Rosululloh SAW. Beliau mentahniknya yakni menggosok langit-langit mulut bayi dengan kurma dan mendo'akan keberkahan. Setelah itu Beliau menyerahkannya keapadaku".(Hadits riwayat Imam Bukhori dan Muslim)
  • Memotong Hewan Aqiqah
Rosululloh SAW bersabda : "Setiap anak tergadaikan dengan Aqiqahnya, Aqiqah disembelih pada hari ketujuh kelahiran, sekaligus dicukur dan diberi nama." (HR. Ahmad, Abu Daud dan yang lainnya)
Sunnah menyembelih Aqiqah ini menjadi sunnah yang mulai jarang dikerjakan, oleh karenanya harus diingat oleh calon ayah bunda untuk mempersiapkan Aqiqah anaknya.
*Aqiqah untuk anak laki-laki dengan 2 ekor kambing, jantan atau betina tidaka masalah
*sementara untuk anak perempuan dengan 1 ekor kambing
  • Mencukur rambut dan bershodaqoh seberat timbangannya dengan perak
Masih berkaitan dengan hadits diatas, pada hari ke-tujuh anak yang lahir dicukur rambutnya dan dishodaqohi dengan perak seberat timbangan dari rambut yang dicukur tadi. Bedasarkan sebuah hadits "Rosululloh mengadakan Aqiqan untuk Hasan bin 'Ali dengan seekor kambing, Beliau bersabda : "Hai Fathimah, cukurlah rambut kepalanya dan beshodaqohlah dengan perak seberat timbangan rambutnya." Kemudian Fathimah menimbangnya dan mencapai satu dirham atau setengahnya." (HR. Ahmad, Tirmidzi dan lainya)
  • Memberi nama
Rosululloh Bersabda : "Perbaguslah nama-nama kalian!" (HR. Ahmad dan Abu Daud)
memberi nama berarti berdo'a, berharap dengan nama yang bagus tersebut bisa menjadikan anak kita kelak sebagus dan semulia nama yang diberikan.

Demikian, semoga bermanfaat..
Selamat bagi pada calon ibu dan ayah..^_^
thumbnail

PERSIAPAN SUAMI MENGHADAPI PERSALINAN ISTRI

Written By Unknown on Wednesday, October 23, 2013 | 2:45 AM

  بسم الله الرحمن الرحيم

PERSIAPAN SUAMI MENGHADAPI PERSALINAN ISTRI- Tentunya sangat mendebarkan bagi suami ketika menghadapi masa persalinan istrinya, maka sebagai bahan persiapan mari kita bahas sedikit tentang persiapan suami untuk menghadapi persalinan istrinya.
bersumber dari beberapa buku diantaranya karya Arfian c. Atmaja, marilah kita mulai bahas beberapa hal yang harus dipersiapkan untuk menghadapi persalinan:

  • Menanyakan HPL pada Bidan atau Dokter
Apa itu HPL? itu singakatan dari Hari Perkiraan Lahir, biasanya pasti akan di beri tahu oleh dokter atau bidan ketika awal pemeriksaan kehamilan. Maka ketika HPL itu sudah kita ketahui, setidaknya ada gambaran perkiraan kapan si jabang bayi akan lahir (walau tentunya Allah yang menentukan). Dengan itu kita bisa berhemat untuk bisa melakukan hal yang kedua ini...^_^

  • Menabung untuk semua biaya yang dibutuhkan
Ini persiapan kedua, tentunya ada kaitannya dengan persiapan pertama..;)
Dengan mengetahui HPL, maka kita bisa menabung dengan bekal perkiraan lahir tersebut.. Yang dibutuhkan tentunya banyak, tapi yang paling utama adalah biaya persalinan. Yang kalau di bidan-bidan desa biasanya sekitar Rp. 400.000,- lah..hee

  • Menyiapakan pendonor darah
Ini terkadang diperlukan, walau mudah-mudahan kita dijauhkan dari hal ini... Amien^_^
Ibu yang melahirkan tentunya banyak kehilangan darah, jika itu berlebihan maka pendonor darah jadi sangat diperlukan untuk tambahan banyak darah yang hilang. Maka dengan pengetahuan golongan darah istri, kita bisa persiapkan kira-kira siapa nanti yang bisa menjadi pendonor darah bagi istri kita tercinta..

  • Mempersiapkan Kendaraan
Ini tentunya tak kalah pentingnya, bahkan bisa jadi hal yang sangat penting khususnya bagi para penduduk pedesaan yang jauh dari tempat persalinan atau rumah sakit. Tidak perlu ngedadak beli mobil..;) tapi setidaknya ketika mendekat HPL, kita harus mulai pikirkan mobil / kendaraan siapa nih yang mau kita pinjem..hee

  • Menyiapkan persalinan di rumah
Ini persiapan selanjutnya untuk opsi terakhir, ketika pergi untuk melangsungkan persalinan di dokter atau bidan tidak memungkinkan. Maka ada beberapa hal yang harus kita persiapkan juga di rumah, diantaranya:
1. Siapkan ruangan yang terang
2. Siapkan Tempat tidur yang bersih
3. Air bersih dan sabun-sabunan
4. Handuk dan pakaian bayi untuk dipakai setelah lahir
5. Kain dan baju bersih untuk ibu setelah melahirkan
6. Dll yang sekiranya diperlukan..

Sekian semoga bermanfaat, terimakasih..
thumbnail

10 PENYEBAB ANAK MENENTANG PERINTAH ORANG TUA

Written By Unknown on Wednesday, October 9, 2013 | 10:18 PM


  بسم الله الرحمن الرحيم

10 PENYEBAB ANAK MENENTANG PERINTAH ORANG TUA- Terkadang kita sebagai orang tua menganggap bahwa ketika anak kita tidak patuh dan membangkang terhadap perintah kita adalah sifat buruk yang membuat kita marah dan harus memarahi mereka, padahal tidak selalu pembangkangan mereka itu dikarenakan meraka tidak mau nurut atau karena mereka nakal.

Setidaknya ada sepuluh faktor penyebab anak menentang dan tidak menuruti perintah orang tua :

1. Anak tidak faham perintah
Hal itu bisa terjadi, apalagi terhadap anak yang masih kecil. Kadang kala ketika anak sedang bermain dengan barang yang berbahaya, orang tua sering melarangnya dan memerintahkan untuk diam karena itu bahaya. Tapi mana ada anak faham kata "bahaya" atau "itu tajam", oleh karenanya anak tidak nurut dan tetap saja memainkannya. Sebaiknya orang tua tidak hanya melarangnya, tapi memberikan penjelasan yang sangat baik dan yang memungkinkan untuk difahami anak, agar anak faham dan tidak lagi memainkannya atau setidaknya jauhkan barang bahaya itu dari jangkauan anak kecil.

2. Terlalu banyak tuntutan/perintah
Orang tua kadang menghujani anaknya dengan banyak perintah, "ganti baju!, rapikan kamar!, kerjakan PR!, Nanti belikan ibu sayuran!". Mana coba yang harus dikerjakan dulu??hee
Para pakar Pendidikan anak memberikan saran kepada orang tua atau pendidik, agar membatasi dengan satu atau dua perintah. Kaena anak akan sulit untuk merespon ketika yang harus mereka lakukan atau rubah adalah 10 pekerjaan. Maka fokuskan pada satu atau dua hal saja.

3. Cara dan bahasa perintah yang kurang bagus
Sering orang tua merasa bahwa perintah harus dengan nada keras dan cenderung memarahi, padahal justru hal itu yang sering menyebabkan anak tidak mau menuruti perintah orang tua. Alangkah baiknya jika perintah kepada anak itu dengan bahasa yang halus dan jelas, agar anak faham betul dan merasa enak untuk menjalankannya.

4. Anak tidak menyadari perintah
Jika anak sedang sibuk dengan dunianya, sering kali di atidak sadar bahwa dia sedang disuruh sama orang tua. Misal ketika anak sedang kerjakan PR dari sekolah, atau ketike mereka sedang main dengan mainannya. Dinajurkan bagi orang tua untuk tidak memaksakan perintah itu, tapi dengan merangkulnya dan meminta mereka dengan baik.

5. Perintah terlalu menekan kebebasan pribadi anak
Ini biasanya terjadi kepada anak remaja yang kadang diatur oleh ibunya untuk pakai baju ini itu, atau untuk menata rambunnya seperti ini seperti itu. Di masa ini anak sangat tidak mau diatur, mereka merasa kebebasan pribadinya tertekan dan ingin untuk berontak.

6. Anak ingin mendapat perhatian
Orang tua yang terlalu sibuk yang sering menjadi penyebabnya,  ketika anak disuruh orang tuanya
 yang sibuk dan jarang sekali memperhatikannya, anak sering sengaja untuk membangkang agar mendapat sedikit perhatian walau dengan omelah atau pukulan dari orang tua. Ini cukup ironis, oleh karenanya hindari sejauh mungkin hal seperti ini.

7. Anak ingin membalas perlakuan orang tua
Ayah yang super galak vs ibu yang baik hati, ini sering terjadi. Dengannya anak bisa sangat nurut dan takut oleh ayahnya, tapi tidak oleh ibunya. Ini terjadi sebagai balasan atas perlakuan galak ayahnya, dan melampiaskan kepada ibunya dengan tidak bermaksud menjahati ibunya.

8. Waktu yang tidak tepat
Ketika perintah orang tua tidak sesuai dengan waktu yang dimiliki anak, maka ini bisa menjadi alasan anak untuk tidak menuruti perintah orang tuanya. Misal ibu menyuruh anaknya ketika anak mau berangkat sekolah atau yang lainnya.

9. Dendam karena kurang kasih sayang
Anak yang kurang kasih sayang sering melampiaskannya dengan membangkan dan tidak menuruti perintah-perintah orang tuanya.

10. Penyebab lainnya
Dan penyebab lainnya, seperti ada satu hal yang ditutupi anak ketika disuruh. Misal seorang adik disuruh memanggil kakaknya, tapi dia menundanya untuk menutupi bahwa sebenarnya kakaknya tidak ada.

Kunjungi terus Muslim Harus Kreatif Blog.
thumbnail

KU PINANG KAU DENGAN HAMDALAH (Tata cara meminang Sesuai Sunnah)

Written By Unknown on Monday, October 7, 2013 | 3:46 AM

 بسم الله الرحمن الرحيم
 KU PINANG KAU DENGAN HAMDALAH- Ada judul lagu yang cukup trend di kalangan Remaja dengan judul "ku pinang kau dengan Bismillah", pasti pada tahu semua siapa yang nyanyikan??hee...^_^
Nah kali ini ada sedikit pembahasan lain tentang pinang meminang, yakni Tata cara meminang sesuai sunnah (ku pinang kau dengan hamdalah).
Menurut Imam Nawawi dalam Al-Adzkaarun Nawawiyyah, disunnahkan untuk memulai dengan membaca hamdalah dan shalawat untuk Rasul SAW. Itu semua sangat beralasan, tentunya untuk menambah keberkahan dari apa yang kita lakukan. Terutama perbuatan yang termasuk ke dalam Sunnah dari Rosululloh SAW. 
Ada beberapa alasan dan dalil mengapa Hamdalah-lah yang harus diucap sebelum kita meminang:
  • Kurang berkahnya perkataan atau perbuatan yang tidak dimulai dengan Hamdalah. 
Sebagaimana disampaikan oleh Imam Nawawi di dalam kitab Sunan Abu Daud, Sunan Ibnu Majah, dan yang lainnya meriwayatkan melalui Shohabat Abu Hurairah r. a. menceritakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: “Setiap perkataan --menurut riwayat yang lain setiap perkara-- yang tidak dimulai dengan bacaan hamdalah, maka hal itu sedikit barakahnya --menurut riwayat yang lain terputus dari kebarakahannya.” (HR Abu Daud, Ibnu Majah dan Imam Ahmad, hadits hasan).
  • Barangsiapa yang bersyukur, pasti Allah akan berikan tambahan barokah.
Tentu hal ini sangat berkaitan, bahwa dapatnya kita meminang seorang wanita tiada lain hanya karena ni'mat yang telah Allah berikan. Tiada hal lain yang harus kita ucapkan melainkan BerSyukur kepada Allah Ta'ala salah satu caranya dengan mengucapkan Hamdalah. Berdasarkan Firman Allah Ta'ala : 
{وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ} [إبراهيم: 7]
"jika Kalian Bersyukur, maka Aku (Allah) akan tambahkan (nikmat itu) pada kalian. Sebaliknya jika kamu mengingkari, maka siksa kami (Allah) sangatlah pedih". Q.S. Ibrohim : 7.

Maka dengan ini tidak ada salahnya jika nanti kita hendak meminang seorang wanita hendaklah untuk mengucap Hamdalah sebelumnya..^_^
Sekian, semoga bermanfaat dan Terimakasih..
Kunjungi selalu Muslim Kreatif Blog.

TRANSLATE THIS BLOG

Find Us on Facebook

Copyright@MuslimKreatif. Powered by Blogger.

ARTIKEL POPULER

 
Support : RemajaMuslimCenter Muslim Kreatif.blog | Template Created by Creating Website | powered by Blogger | About - Disclaimer - Privacy Policy - Contact Us
Copyright © 2013. Muslim Kreativ.blog - All Rights Reserved