thumbnail

TIPS MEMPERSIAPKAN DIRI UNTUK MENIKAH

Written By Unknown on Wednesday, November 6, 2013 | 7:50 PM

TIPS MEMPERSIAPKAN DIRI UNTUK MENIKAH- Kalo ada seorang pemuda yang ditanya "kapan mau nikah?", biasanya mereka menjawab "nanti kalau sudah siap", atau "pengennya sih mapan dulu". Padahal sebenarnya apa sih parameter kesiapan seseorang untuk menikah?? dan apa saja yang harus kita siapkan?? Apakah harus nunggu sampai punya mobil?? atau nunggu punya banyak ilmu dulu?? atau harus nunggu sampai umur 28 tahun?? (dikira biar udah mateng -padahal hampir busuk-hee)
Jawabannya tidak, karena itu semua tidak menjadi parameter kesiapan seorang untuk menikah. Banyak yang belum punya apa-apa tapi berani menikah dan dia merasa siap, lalu dengan izin Alloh dia sukses dalam pernikahan dan Alhamdulillah bahagia. Trus ada juga yang masih kuliah, untuk menjaga dirinya dari kemaksiatan yang ada dimana-mana, dia putuskan untuk mencari wanita sholehah dan menikahinya. Dengan niat yang bagus itu, Alloh mudahkan jalannya, dan akhirnya dia bahagia dalam pernikahan.
Oke, jadi apa saja yang harus kita siapkan untuk menikah?? Mari kita bahas.
Dalam buku "Baarakallaahu laka" Karya Salim A. Fillah disebutkan, secara umum ada 5 hal yang harus dipersiapkan untuk menghadapi pernikahan :
  • Persiapan Ruhiyah (spiritual)
Ini meliputi kesiapan mental, kesiapan untuk bertanggung jawab, berbagi, dan berlapang dada. Juga kesiapan untuk bisa sabar dan syukur dalam menghadapi semua masalah.
  • Persiapan 'Ilmiyah (Ilmu/Intelektual)
Ini juga sangat penting, ketika pernikahan berlangsung ada beberapa "Fiqh" yang harus dipelajari. Seperti rukun & syarat sah ijab qibul, dll. Juga Ilmu komunikasi dengan pasangan, ilmu ekonomi untuk mencari nafkah, dsb.
  • Persiapan Jasadiyah (Fisik)
Gak lucu kan kalo malam pertama ternyata pengantin pria banyak panunya, he he. Makanya persiapan fisik ini harus diperhatikan sebelum melangsungkan pernikahan. Apalagi dari penyakit-penyakit yang cukup berbahaya bagi kesehatan reproduksi.
  • Persiapan Maadiyah (Materi)
Setidaknya untuk mas kawin, hehe. Tapi perlu juga persiapkan tabungan untuk modal agar cepat mandiri.
  • Persiapan Ijtima'iyyah (Sosial)
Maksudnya, siap untuk bertetangga, siap bagaimana hidup rukun bermasyarakat, dll. Tak kalah pentingnya juga harus ada visi dan misi dakwah di lingkungan masyarakat.

Naaah, itu semua adalah persiapan. Tapi kadar persiapan diatas tidak terbatas hanya untuk mempersiapkan diri menghadapi pernikahan, selamanya harus diupayakan. Karena proses persiapan tersebut hakikatnya juga sebagai proses perbaikan diri yang harus dilakukan selamanya. Maksudnya, tidak berarti kalau kita merasa belum siap dalam salah satu poin diatas atau lebih menjadikan kita belum pantas untuk menikah. Karena pencapaiannya menjadi sangat relatif.
Dan parameter yang Rosul tetapkan sebenarnya sederhana sekali, Beliau bersabda yang artinya :"Wahai sekalian pemuda, barangsiapa diantara kalian telah mampu (baa-ah), maka menikahlah! Karena pernikahan itu dapat lebih menundukkan pandangan dan menjaga kehormatan 'farj'. Dan barangsiapa yang belum mampu, hendaklah ia berpuasa. Karena puasa adalah benteng yang kuat baginya." (H.R. Bukhori dan Muslim)
Yaa. Rosul berikan parameter yaitu "baa-ah", yang ditafsirkan oleh jumhur 'Ulama dengan makna kemampuan untuk berjima'/bersetubuh. Walaupun sebagian lain menafsirkannya dengan kemampuan memberi nafkah dan memberikan tempat tinggal, tapi yang disepakati adalah tafsiran yang pertama.
Jadi siapapun yang telah mampu untuk berjima', maka halal dan dianjurkan baginya untuk menikah. Tentunya dengan komitmen, juga persiapan-persiapan tadi, dan keyakinan bahwa Allah akan selalu menjadi penolongnya.

*satu jaminan dari Allah, "ada tiga golongan yang semuanya wajib bagi Alloh untuk menolongnya. Pertama, seorang yang berjihad di jalan Allah. Kedua, seorang yang menikah dengan niat menjaga diri dari kemaksiatan. Ketiga, seorang Hamba sahaya mukatab yang ingin melunasi dirinya agar bisa merdeka" Hadits Hasan riwayat Imam Tirmidzi, An-Nasa'i, dan Ibnu Majah

cepet nikah ya....^_^
thumbnail

TIPS AGAR DIMUDAHKAN ALLAH UNTUK MENIKAH

Written By Unknown on Monday, November 4, 2013 | 11:52 PM

TIPS AGAR DIMUDAHKAN ALLAH UNTUK MENIKAH- Sepertinya cukup menarik kalo kita bahas masalah pernikahan, apalagi untuk para jomblowan-jomblowati & galauwers (panggilan untuk yang lagi galau..hee)..^_^
Sengaja saya tulis judul yang "cukup menantang" seperti di atas, karena pada hakikatnya hanya Allah-lah yang tahu masalah jodoh seseorang. Tapi selaku Hamba Allah, hanya usaha yang bisa kita lakukan dan hanya kepadaNya-lah kita bertawakkal.
Oke sahabat semua, menikah adalah salah satu Sunnah Rosululloh Muhammad SAW dan Sunnah Rosul-rosul sebelumnya. Menikah tidak hanya sebagai anjuran dari Rosululloh SAW, tapi menikah juga menjadi salah satu barometer keikut-sertaan seseorang terhadap Sunnah Rosululloh SAW. Sabda Rosul : "Menikah adalah Sunnahku, barangsiapa yang tidak mengamalkan Sunnahku maka dia tidak termasuk Ummatku" Hadits Shohih Riwayat Ibnu Majah
Jadi Siapa hayooo yang gak mau nikah???...hehe, pasti semuanya mau ya...;)
Langsung untuk semua yang mau nikah, kita bahas tips agar Allah mempermudah jalan kita untuk menikah '-InsyaAllah- amien':
  • Niatkan nikah kita itu untuk mengikuti Sunnah Rosululloh SAW
Masih berdasar Hadits Riwayat Ibnu Majah di atas, ketika menikah itu adalah Sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rosululloh SAW, maka mengerjakannya adalah salah satu jalan agar datang Cinta dan Pertolongan Allah. Coba lihat deh Q.S Ali Imron : 31, yang artinya "Katakanlah, Jika kalian mencintai Alloh maka ikutilah aku (Rosululloh), pasti Alloh akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan Alloh-lah Yang Maha Pengampun dan Penyayang"
  • Niatkan juga untuk menjaga kesucian diri dari kemaksiatan
Ini jelas sekali janji Alloh untuk menolong seorang hamba yang menikah dengan diat untuk menjaga kesucian diri dari kemaksiatan, berdasar Hadits Rosululloh SAW yang artinya :" 3 golongan yang semuanya wajib bagi Alloh untuk menolongnya. Pertama, seorang yang berjihad di jalan Allah. Kedua, seorang yang menikah dengan niat menjaga diri dari kemaksiatan. Ketiga, seorang Hamba sahaya mukatab yang ingin melunasi dirinya agar bisa merdeka" Hadits Hasan riwayat Imam Tirmidzi, An-Nasa'i, dan Ibnu Majah
  • Kebaikan hanya datang dari kebaikan sebelumnya
Maksudnya apa? Ketika menikah adalah salah satu Ibadah, dan Ibadah itu tentunya adalah satu kebaikan. Maka untuk menuju hal yang baik tersebut harus dengan jalan yang baik pula, agar pernikahan kita yang baik itu datang setelah proses awal yang baik. Karena kebaikan itu hanya datang dari kebaikan sebelumnya. Faham gak??hee
Jadi ketika ingin pernikahan kita dipermudah dan diberkahi tentunya oleh Alloh Ta'ala, maka lakukanlah proses menuju pernikahan tersebut dengan Syar'i, tidak lewat jalur alternatif belakang yang dekat sekali dengan kemaksiatan.. Tau gak maksudnya apa??xixixi
  • Pasang target! Jujur dan Husnuzh-zhon pada Alloh
Ya, harus pasang target. Tapi yang ditargetkan bukan 'dia', bukan seorang wanita dambaan hati. Kalo itu yang ditagetkan, Capeeeek... Udahnya si-'dia' belum tentu mau, terus si-'dia' juga sama sekali belum tau. Kalo giliran si-'dia' udah nikah duluan, bisa-bisa gantungin diri di pohon cabe..hee
Targetkan tahun ini insyaAlloh NIKAH! atau semester 5 saya harus NIKAH! Dengan targetan baik seperti itu, kemudian kita jujur dan be-Husnuzh zhon pada Alloh, maka pasti Alloh akan dengan mudah menggenapkan target kita. InsyaAlloh..
Mari kita renungkan kisah seorang Shahabat gagah berani yang ikut berperang bersama Rosululloh SAW kala itu. Ketika pertempuran usai, Rosululloh memberikan kepadanya bagian dari harta rampasan perang. Tapi dia menolak dan berkata "Demi Alloh! bukan untuk ini saya berperang bersama engkau, tapi agar saya terkena anak panah disini dan meraih janji Surga-Nya!", dia menunjuk pada tenggorokannya. Setelah dia pergi, maka Rosululloh bersabda :"jika di ajujur pada Alloh, Alloh akan memenuhi kata-katanya!". Maka benar. Ketika perang usai, Shahabat ini ditemukan Syahid dengan anak panah menancap di lehernya. Subhanalloh, Shodaqolloh wa Shodaqo Rosuuluh.. Bukankah itu juga yang kita harapkan?? #nikah_iya_mati_syahid_juga

Mungkin itu beberapa tips agar -InsyaAllah- dipermudah untuk menikah, mudah-mudahan bermanfaat. Dan semoga cepat menikah untuk teman-teman saya yang sudah niat nikah..kebelet...;)
thumbnail

WANITA PENGHUNI NERAKA TERBANYAK

Written By Unknown on Thursday, October 17, 2013 | 2:31 AM

 بسم الله الرحمن الرحيم

WANITA PENGHUNI NERAKA TERBANYAK- Suatu ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam keluar pada hari Iedul Fitri / Iedul Adha menuju Musholla, lalu beliau melewati kerumunan kaum wanita dan memberikan peringatan bahwa sebagian besar penghuni neraka adalah mereka. berdasarkan Hadits dari Shohabat Abu sa'id al-Khudry Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Wahai kaum perempuan, bersedekahlah kalian! Sesungguhnya aku melihat sebagian besar kalian adalah penghuni neraka.” Mereka bertanya: “Wahai Rasulullah, mengapa demikian?” Beliau menjawab: “Sebab kalian banyak melaknat dan kufur terhadap suami. Aku tidak melihat orang yang lemah akal dan lemah agamanya yang dapat mengalahkan seorang lelaki yang bijaksana kecuali kalian.” mereka bertanya lagi: “Ya Rasulullah, apa kelemahan akal dan agama kami itu?” Beliau menjawab: “bukankah kesaksian dua orang perempuan sama dengan kesaksian seorang laki-laki?" Mereka menjawab: "tentu Ya Rosululloh". Beliau Kembali Bersabda: "Itulah kelemahan akalnya". "Dan bukankah apabila dia Haidl dia tidak Sholat dan tidak Shaum? Mereka menjawab: "tentu Ya Rosululloh". Beliau Bersabda: "Inilah yang dimaksud dengan lemah agamanya.” (Hadits Shahih, diriwayatkan oleh Bukhori dalam “Kitabul-iman")

Bisa diuraikan dari Hadits di atas, bahwa Rosululloh SAW diperlihatkan oleh Allah SWT tentang penghuni neraka yang kebanyakan dihuni kaum wanita. Dengan sebab sebagai berikut:
  • Wanita banyak melaknat/menggunjing dan berkata buruk.
  • Wanita banyak yang kufur terhadap suami, tidak mensyukuri dan melupakan kebaikan suami dan selalu mengungkit kesalahannya.
  • Wanita lemah dalam akal dan agamanya. Karena kesaksiannya berbanding dua dengan lelaki, dan Ibadahnya tidak sempurna karena adanya Haidl yang menghalangi.
  • Tapi Wanita dengan segala kelemahan itu, dapat mengalahkan dan mengelabui seorang lelaki bijak sekalipun.
Dengan sebab tersebut di ataslah mengapa Rosululloh SAW memberikan peringatan khusus agar Kaum Wanita harus lebih banyak bershodaqoh dan melakukan kebaikan yang lain untuk menutupi kelemahan-kelemahannya dan banyaknya mereka melakukan kesalahan, untuk memperingatkan kepada wanita yang berilmu agar tidak menjadi bagian dari mereka.
Demikian, semoga bermanfaat..
Kunjungi terus Muslim Harus Kreatif Blog.

TRANSLATE THIS BLOG

Find Us on Facebook

Copyright@MuslimKreatif. Powered by Blogger.

ARTIKEL POPULER

 
Support : RemajaMuslimCenter Muslim Kreatif.blog | Template Created by Creating Website | powered by Blogger | About - Disclaimer - Privacy Policy - Contact Us
Copyright © 2013. Muslim Kreativ.blog - All Rights Reserved